Langsung ke konten utama

Artikel Rendahnya Kesadaran Menjaga Kebersihan Sungai



Sulitnya Normalisasi Kali Krukut

 

JAKARTA- Normalisasi di Kali Krukut disebabkan oleh masyarakat setempat yang kurang memperhatikan lingkungan sekitar, salah satunya bantaran kali di pemukiman mereka. Masyarakat setempat masih sering membuang sampah ke Kali Krukut. Banyaknya limbah rumah tangga yang menumpuk dan menyebabkan aliran air tersumbat.

Berdasarkan penuturan Sadewa, Sekretaris RT 014 Kebon Kacang Tanah Abang, yang juga menjadi salah satu warga bantaran Kali Krukut, kerja sama masyarakat terhadap kebersihan lingkungan sangat kurang. Bahkan membuang sampah ke kali sudah menjadi budaya.
Kali Krukut dianggap sebagai biang permasalahan wilayah kemang digenangi banjir. Warga yang tinggal di pinggiran kali sebaiknya direlokasi ke rumah susun. Agar normalisasi Kali Krukut dapat berjalan sesuai dengan rancangan Pemprov DKI Jakarta. Normalisasi dilakukan guna mengurangi potensi banjir selain itu juga untuk perbaikan sanitasi dan lingkungan.
Bukan hanya banjir permasalahan yang ditimbulkan dari menumpuknya sampah di aliran sungai. Melainkan juga menjadi wabah menyakit yang dapat membahayakan kesehatan warga setempat. Bau busuk yang begitu menyengat sangat tidak baik untuk pernapasan. Selain itu kondisi sungai yang kotor juga rentan diserang penyakit seperti demam berdarah dan penyakit kulit
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air, dimana air merupakan salah satu sumber daya alam yang memiliki fungsi sangat penting bagi kehidupan dan perikehidupan manusia, serta untuk memajukan kesejahteraan umum, sehingga merupakan modal dasar dan faktor utama pembangunan. Untuk itu masyarakat diharapkan agar lebih peka terhadap lingkungan dimana mereka tinggal. Terutama mereka yang tinggal di dekat wilayah perairan guna menjaga sumber daya alam yang menjadi kebutuhan mendasar setiap manusia.

PENULIS : DICKY SETIAWAN
 

Komentar